Alatternakayam – Secara resmi, pemerintah akan memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur tepatnya ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara pada tanggal 17 Agustus 2024. Saat ini pembangunan infrastruktur dasar IKN dengan nama Nusantara ini terus berlangsung. Dengan luas tanah sekitar 2.600 hektar atau kira-kira 4 kali dari Jakarta, dan 2,5 kali dari luas Singapura, nantinya IKN akan dihuni oleh 1,6 juta penduduk pada tahun 2024. Namun sebagian besar penduduk tersebut adalah warga setempat.

Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono menjelaskan bahwa penduduk IKN tersebut berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS)/ Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dan kalangan swasta. “Kira-kira bisa 200 ribu orang pindah ke IKN,” kata Bambang pada sebuah stasiun televisi, dikutip Rabu (21/6/2023). Bambang menjelaskan bahwa pada tahun depan akan ada 12 ribu ASN dan PNS yang dipindahkan ke ibu kota baru. Lalu ada sekitar 5 ribu orang dari TNI dan Polri. “Mereka akan menjadi champion yang pindah pertama,” kata dia.

Selain para abdi negara ini, akan ada 300 ribu masyarakat sipil yang juga ikut pindah ke Nusantara. Mereka ini, kata Bambang merupakan pekerja swasta atau masyarakat umum yang dipindahkan oleh tempatnya bekerja. “Kalau kita pindah kan di sana ada rumah sakit swasata yang juga akan pindah ke sana. Begitu juga dengan fasilitas ekonomi yang lain dan ini kita harapkan pindah pada 2024,” kata dia.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan penghuni ibu kota Nusantara tidak hanya mereka yang dipindahkan dari Jakarta atau pulau Jawa. Melainkan masyarakat yang ada di sekitar kawasan IKN yakni Samarinda dan Balikpapan. “Dua kota kira-kira orangnya 1,6 juta ditambah 200 ribu dari Nusantara. Jadi itu yang bisa kita lihat,” kata dia. Bambang menambahkan perihal jumlah penduduk di IKN Nusantara menjadi salah satu yang sering ditanyakan investor. Namun dia menegaskan, potensi ekonomi tidak hanya di kawasan inti pemerintah tetap meliputi daerah penyangganya.

Gambaran daging dan telur ayam IKN

Provinsi Kalimantan Timur mau tidak mau sebagai ‘daerah penyangga utama’ ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam hal ini termasuk menyiapkan kecukupan komoditas daging dan telur ayam bagi masyarakat IKN.

Pantauan Badan Pangan Nasional (2022) pasokan daging ayam ras di wilayah Kalimantan Timur dalam jumlah cukup. Hal ini ditandai dengan warna hijau pada gambar 1, dengan kenaikan harga maksimal 10 persen dari Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat konsumen yang diatur dalam Perbadan nomor 5 tahun 2022. Untuk saat ini, kebutuhan daging ayam Kalimantan Timur sudah dapat dipenuhi 95 persen dari produksi setempat dari total konsumsi daging unggas 70 ribu ton per tahun. Sedangkan defisit 5 persen didatangkan dari luar Kalimantan Timur dalam bentuk karkas beku (frozen).

Melihat dari sisi hulu, terdapat lima perusahaan pembibitan parent stock yan memasok bibit ayam ras pedaging atau day old chick (DOC) final stock dengan total produksi 5 juta ekor per bulan. Kelima perusahaan pembibitan tersebut adalah Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI), Istana Satwa Borneo (ISB), Superchick Samsung, MALINDO, serta Internelli Trikencana Bersinar (ITB).

Sedangkan untuk gambaran telur ayam ras di Kalimantan Timur ditandai oleh  warna kuning pada gambar 1. dimana kondisinya serupa dengan sejumlah wilayah di Kalimantan lainnya. Gejolak kenaikan harga pada September 2022 lalu sekitar 10 – 20 persen di atas HAP. Hal ini mengindikasikan pasokan telur boleh dikata kurang. Narasumber dari Asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Indonesia PW Kalimantan Timur menyebutkan bahwa konsumsi telur dalam tiga tahun terakhir (2019 – 2021) rata-rata 1,19 juta butir per hari, dengan jumlah penduduk 3.752.605 jiwa (hasil proyeksi 2022 dengan pertumbuhan 2,48 persen).

Populasinya ayam ras petelur yang dipelihara di Kalimantan sekitar 1,8 – 2 juta ekor untuk semua umur. Ayam yang berada pada masa produktif bertelur (laying) sekitar 55 persen atau berkisar antara 990.000 – 1.100.000 ekor. Dengan produktivitas per ekor 80 persen, maka sekawanan ayam-ayam tersebut menghasilkan telur 792.000 – 880.000 butir per hari. Jadi kekurangan pasokan sekitar 310.000 – 398.000 butir per hari. Selama ini, defisit telur Kalimantan Timur dipasok dari luar daerah, diantaranya dari Kalimantan Selatan, Jawa dan Sulawesi.  Apabila warga IKN menambah 1,6 juta populasi penduduk, maka kekurangan pasokan telur di Kalimantan Timur akan lebih banyak lagi. Maka solusinya adalah bagimana mendorong peningkatan produksi telur di Kalimantan Timur. *Praktisi Agrobisnis Perunggasan dari Singkawang, Kalimantan Barat

Sumber: poultryindonesia.com