Ragam Jenis Desinfektan dan Kegunaanya

Ragam Jenis Desinfektan dan Kegunaanya

Alatternakayam – Kita perlu mengenal lebih dekat macam-macam desinfektan beserta sifat-sifatnya agar dapat dipakai sesuai dengan peruntukannya sehingga dapat bekerja maksimal membunuh mikroorganisme dan seminimal mungkin risiko negatif terhadap petugas kandang (manusia) dan ternak ayam itu sendiri.

Beberapa golongan desinfektan yang biasa digunakan untuk memberikan proteksi dari mikroorganisme maupun makroorganisme antara lain alkohol, aldehid, halogens, dan oxidation agents.

Alkohol ialah yang bernama kimawi ethanol dan isopropanol yang bersifat cepat menguap, membunuh mikroba secara luas, tidak kerosif (menyebabkan karat), mudah terbakar dan digunakan penyeka jarum suntik (spuit), kulit ayam/manusia sebelum disuntik dan benda-benda lain yang perlu disterilisasi. Alkohol memiliki batas aktivitas residu yang diperlukan untuk penguapan, di samping batas aktivitas material organik.

Aldehid, sebagai glutraldehide yang memiliki aktivitas membunuh luas terhadap spora dan jamur, di peternakan ayam biasa digunakan untuk sanitasi ruang serta peralatan hatchery (penetasan DOC).

Halogens, terdiri dari berbagai jenis, pertama yaitu dari golongan ChlorineGolongan ini biasa digunakan untuk sanitasi air kolam renang, juga untuk sterilisasi sumber air minum ayam dengan pemakaian dalam jumlah sedikit. Kedua berasal dari Golongan Chloriminedigunakan untuk sterilisasi air minum sebagai pengganti Chlorine. Ketiga yaitu berasal dari golongan Hipochlorite (Sodium Hypochlorite) yang biasa digunakan di perumahan/rumah sakit untuk desinfeksi saluran air dan toilet. Ada pula golongan keempat yaitu Iodine yang lazim digunakan dalam peternakan ayam/unggas dengan cara diberikan dalam air minum (dalam bentuk larutan cairan Lugol), direkomendasikan penggunaan tidak dalam jangka waktu panjang karena bisa memperlebar bekas luka pada kulit sebagai Iodine Tincture.

Oxidation Agent (Agen Pengoksidasiyaitu berupa zat yang berperan sebagai agen pengoksidasi sel mikroorganisme di mana menghasilkan mikroorganisme kehilangan struktur dan sumber sel lisis dan mati. Beberapa jenis yang termasuk desinfektan dalam golongan ini ialah Chlorine Dioxida, Hydrogen Peroksida, Acidic Electrolized water, Peracetic Acid, Pottasium Permanganat, Pottasium peroxymonosulfate, dan Phenolics.

Golongan Chlorine dioxide biasanya dipakai sebagai desinfeksi air minum ayam/manusia untuk menekan daya tahan penyakit yang terkontaminasi dalam air. Macam-macam Chlorine Dioxida yaitu Sodium Chlorit, Sodium Chlorate dan Pottasium Chlorate yang digunakan sebagai bahan inti generasi Chlorine Dioxida.

Selanjutnya yaitu golongan Hydrogen Peroxida yang biasa digunakan di rumah sakit untuk desinfektan awal, namun kurang disukai karena seringkali menyebabkan reaksi alergi pada petugas/manusia yang menggunakannya. Umumnya biasa digunakan untuk desinfeksi kontainer foil dimana sebesar kandungan 3% cairan juga digunakan sebagai antiseptik.

Ozon merupakan agen pengoksidasi berupa gas yang dipakai untuk sanitasi air, sedangkan untuk jenis Acidic Electrolized Water adalah desinfektan berupa cairan pengoksidasi sangat kuat terhadap bakteri, jamur, spora dan mikroba lainnya. Zat tersebut terbuat dari hasil elektrolisasi keran air dalam bentuk Sodium Chloride. Hasil analisa dari zat tersebut ternyata memiliki pH 3,5-8,5 dan memiliki Oxidation Reduction Potention (ORP) sebesar + 600 dan ± 1.200 mV.

Ada pula Peracetic Acid (C2H4O3), yang merupakan desinfektan hasil reaksi antara Hydrogen Peroxida dan Acetic Acid. Zat tersebut sangat kerosif, dipakai untuk desinfeksi telur, buah-buahan, sayuran dan daging (Evans, 2000). Zat tersebut juga memiliki tingkat efektivitas luas membunuh mikroorganisme, tetapi non-aktif oleh Catalise dan Peroxide. Harus digunakan pada suhu 0-40o C dan pH 3,0-7,5. Jika menggunakan zat tersebut di lapangan, penggunaannya harus hati-hati karena bisa merusak bahan makanan, sekaligus merusak lingkungan.

Zat oxksidatif lain yang lazim digunakan yaitu Pottasium Permanganat (KMnO4). Zat tersebut berupa tepung kristal merah biasa digunakan untuk desinfeksi akuarium ikan, kolam renang, juga mulut pada pencabutan gigi. Masih dari kelas Pottasium, zat selanjutnya yaitu Pottasium Peroxymonosulfate (Virkon). Ciri fisik dari zat tersebut berwarna pink dan berharga mahal. Zat tersebut bisa digunakan untuk desinfeksi laboratorium dan efektif untuk membunuh virus, bakteri dan jamur. Najuran penggunaan di lapangan yaitu sebesar 1% cairan dalam air untuk 1 minggu pemakaian.

Zat selanjutnya yang bisa digunakan untuk desinfektan di peternakan yaitu Phenolics. Zat yang dikenal sebagai desinfektan yang efektif untuk perumahan, ruang penetasan DOC, dan juga rumah sakit. Di samping sebagai bahan dasar produksi larutan pencuci mulut maupun tangan dan sabun desinfektan. Zat phenolic yang beredar di pasaran memiliki berbagai macam zat di antaranya yaitu Phenol (Asam Karbolik) adalah zat kristal tak berwarna dengan rumus kimiawi C6H5OH, merupakan obat kumur untuk sakit tenggorokan, sariawan, juga iritasi mulut ringan. Sifatnya agak korosif pada kulit dan bisa menyebabkan iritasi pada orang yang sensitif atau alergi terhadap zat tersebut. Sedangkan O-phenilphenol (Phenol) memiliki sifat yang tidak begitu korosif.

Masih dalam golongan phenolic yaitu Chloroxylenol (Dettol)Zat tersebut merupakan antiseptik yang mampu membunuh mikroorganisme yang menempel pada kulit atau tubuh manusia, dan biasa dipakai di perumahan juga rumah sakit untuk sanitasi tangan. Selanjutnya Hexa chilorophene untuk sanitasi atau sterilisasi produk-produk rumahan. Terakhir adalah Thymol yang merupakan antiseptik fenolik anti bakteri dan anti jamur untuk mengatasi brokhitis dan melawan infeksi penyebab kerusakan gigi (desinfektan kumur). Demikianlah perkenalan kita dengan berbagai desinfektan yang biasa dipakai di peternakan ayam dan mana yang bukan. *Praktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad