Probiotik untuk Kesehatan Usus Broiler

Probiotik untuk Kesehatan Usus Broiler

Pemberian probiotik sejak periode starter akan membentuk pondasi berupa mikroba usus yang sehat, memperbaiki integritas usus dan memodulasi kekebalan tubuh
Sumber Gambar: http://troboslivestock.com
Alatternakayam – Probiotik, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), merupakan mikroba hidup yang ketika diberikan dalam jumlah cukup akan memberikan pengaruh kesehatan pada inangnya. Oleh itu, tujuan pemberian probiotik dalam pakan unggas berfungsi untuk mengoptimalkan performa produksi serta kesehatan usus.
Hal tersebut disampaikan oleh Lee Ee Teik, Regional Technical Sales CHR Hansen Singapura, pada acara Broiler Feed Quality Conference di Jakarta (14/8). “Sangat penting untuk mempertahankan keseimbangan mikrobiota usus dan mengendalikannya dengan probiotik yang spesifik,” ujar Lee.
Lee menuturkan mikrobiota merupakan kumpulan mikroba yang ditemukan dalam suatu lingkungan tertentu. Sedangkan mikrobiom adalah kumpulan genom mikroba yang ditemukan dalam suatu lingkungan.
“Pemeliharaan broiler (ayam pedaging) pada minggu pertama kehidupannya akan menentukan puncak potensinya, sebab DOC (ayam umur sehari) mengalami perubahan fisiologi yang nyata setelah menetas. Pada bagian saluran pencernaan serta sistem kekebalan tubuhnya akan berkembang dan mengalami pematangan,” terang dia.
Perkembangan mikrobiota broiler pada umur 1 minggu, sebanyak 48 % bakteri Clostridium, 32 % Escherichia/Shigella dan 16 % bakteri lainnya yang belum terklasifikasi berada di dalam ileum. Sedangkan sebanyak 21 % Bacteroides berada di dalam sekum.
“Di dalam usus broiler umur 21 hari, berkembang bakteri Enterococcus (28 %) dan Escherichia/Shigella (13 %). Pada sekum terdapat bakteri Alistipes (12 %) dan Faecalibacterium (8 %). Kemudian pada umur 42 hari, berkembang bakteri Clostridium (70 %) dan Enterococcus (9 %) di dalam ileum, sedangkan di dalam sekum terdapat Alistipes (11 %) dan Bacteroides (5 %),” jelas Lee.
Pemberian probiotik sejak periode starter akan membentuk pondasi berupa mikroba usus yang sehat, memperbaiki integritas usus dan memodulasi kekebalan tubuh. Fase grower atau setelah umur 21 hari, pemberian probiotik bertujuan untuk mengamankan mikroba usus, mengurangi resiko Necrotic Enteritis (NE) dan kematian, memaksimalkan penyerapan gizi serta memodulasi kekebalan tubuh. “Penggunaan probiotik pada periode finisher tidak akan ada resiko keracunan makanan pada karkas dan mengoptimalkan konversi pakan,” ujar Lee.
Kinerja Probiotik
Lee menerangkan bahwa bakteri probiotik dapat memperbaiki performa ternak, melalui competitive exclusion yang dihasilkan oleh bakteri probiotik di dalam usus. Bakteri probiotik pun akan memodulasi kekebalan tubuh broiler, dengan memperbaiki sel goblet dan rasio CD 4 : CD 8, kesiapan peradangan serta status kekebalan tubuhnya.
“Dengan pemberian probiotik, bakteri L. acidophilus dan E. coli akan membentuk koloni bersama dalam usus, namun spesies yang memiliki keunggulan terbesar akan mendominasi. Kemudian vili duodenum, jejenum dan ileum dalam kondisi cekaman panas, menunjukkan kemampuan mencerna nutrisi dengan lebih baik pada usus halus,” terangnya.
Selain itu, menurut Lee, competition exclusion dapat menurunkan secara nyata resiko infeksi Salmonella dalam sekum. “Penambahan pakan dengan probiotik juga dapat memperkaya varietas dan kompleksitas bakteri dalam usus halus dan mendorong pertumbuhan bakteri asam laktat serta mengurangi resiko penyakit dan infeksi,” jelasnya.
Sumber: http://troboslivestock.com