Perbandingan Produksi Broiler dengan Dilakukan Pemuasaan Pakan Sekali dalam Seminggu

Perbandingan Produksi Broiler dengan Dilakukan Pemuasaan Pakan Sekali dalam Seminggu

Alatternakayam – Pertumbuhan broiler memang relatif singkat dengan pertumbuhan bobot badan yang tinggi, fenomena ini tentu akan menuntut jumlah pakan banyak dan kualitas tinggi. Jika kebutuhan pakan broiler banyak dan harga pakan mahal maka pendapatan peternak akan rendah, jika harga ayam tidak tinggi. Kondisi ini dapat merugikan peternak, oleh karena itu diperlukan terobosan yaitu manajemen tepat guna yang menguntungkan bagi peternak.

Kebutuhan pakan broiler yang semakin mahal membuat peternak mencari segala cara untuk menekan biaya pengeluaran. Mulai dari peralihan bahan pakan hingga metode pengistirahatan ayam untuk konsumsi pakan, sudah kerap dilakukan oleh peternak

Salah satu upaya yang dipercaya untuk memecahkan permasalahan tersebut antara lain dengan menerapkan program pembatasan pakan dengan cara pemuasaan setelah masa brooding. Hal ini dimaksudkan agar terjadi penghematan pakan akibat berkurangnya jumlah pakan yang dikonsumsi. Kendati demikian, konsekuensi yang diterima dari cara ini adalah pertambahan bobot badan akan rendah dalam periode waktu tertentu.

Setelah selesai pebatasan pemberian pakan maka ayam diberi pakan normal sehingga akan terjadi lonjakan pertumbuhan yang biasa disebut dengan compensatory growth (pertumbuhan kompensasi). Compensatory growth yaitu pertumbuhan yang sangat cepat setelah ayam mengalami kekurangan makan akibat dari pemuasaan kemudian mendapat makan secara normal. Metode pemuasaan ini nampak tepat bagi peternak yang ingin menghemat dalam penggunaan pakan sehingga di lapangan, tidak sedikit peternak yang menerapkan metode ini.

Perubahan asupan pakan baik secara kualitas maupun kuantitas akan berpengaruh pada pertumbuhan yang dihasilkan. Pertumbuhan yang seharusnya terjadi akan tertunda jika kualitas dan kuantitas pakan menurun sampai ternak mendapatkan pakan dengan kualitas dan kuantitas secara normal. Ternak yang kembali diberi pakan secara normal setelah kekurangan pakan secara kualitas dan kuantitas akan kembali mengkonsumsi pakan dengan jumlah normal sehingga dapat mengejar keterlambatan pertumbuhan, itu yang disebut compensatory growth (CG).

Pengurangan pemberian pakan secara pemuasaan setiap satu hari dalam seminggu, akan mengubah pola pertumbuhan. Namun dengan catatan pemberian pakan normal yang sesuai dengan standar kebutuhan harian setelah pemuasaan. Dalam kondisi ini akan terjadi pertumbuhan kompensasi sehingga bobot badan dan pertumbuhan bagian tubuh yang lain akan menjadi normal.

Pertumbuhan kompensasi ini dapat terjadi karena ayam akan memanfaatkan lemak yang ada di dalam tubuhnya untuk diubah menjadi energi sehingga dapat memenuhi kebutuhan ketika ayam dipuasakan. Hal ini tidak akan mengubah total bobot badan di akhir masa pemeliharaan dan akan memberi nilai tambah yaitu dengan berkurangnya kadar lemak di dalam tubuh terutama perut.

Pakan yang digunakan adalah pakan broiler komersil untuk fase starter (0-3 minggu) berbentuk crumble dan fase growerfinisher (4-5 minggu) berbentuk pellet. Kandungan nutrien pakan tertera pada Tabel 1. Adapun kandang yang digunakan adalah kandang open house sebanyak 30 unit kandang koloni yang berlantai litter sekam dan diberi sekat pagar bambu. Masing-masing sekat berbentuk persegi. Kandang dilengkapi dengan lampu listrik 60 watt untuk pemanas digunakan sejak DOC hingga umur 14 hari dan lampu 25 watt pada umur 15 hari sampai akhir pemeliharaan.

Tabel 1. Kandungan nutrien pakan komersil

Kandungan nutrien Fase starter Fase grower – finisher
Air (%) Maks. 13 Maks. 13
Protein Kasar (%) 21-23 19-21
Lemak Kasar (%) Min. 5 Min. 5
Serat Kasar (%) Maks. 5 Maks. 5
Abu (%) Maks. 7 Maks. 7
Kalsium (%) Min. 0,9 Min. 0,9
Phosphor (%) Min. 0,6 Min. 0,5
ME (kcal) 3200 3000

Sumber : PT. Charoen Pokphand Indonesia

Pembatasan pakan dengan cara pemuasaan yang dilakukan adalah satu minggu sekali setelah masa brooding yaitu pada pemeliharaan hari ke-10, 17, 24 dan 31. Cara pemuasaannya yaitu dengan memuasakan ayam per 1×24 jam pada 1 hari seminggu. Sebagai perbandingan, maka selama dilakukan pemuasaan pakan, ayam tetap diberikan air minum secara ad libitum. *Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada

Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2022 dengan judul “Perbandingan Produksi Broiler dengan Dilakukan Pemuasaan Pakan Sekali dalam Seminggu. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153

Sumber: poultryindonesia.com