20 Mahasiswa Indonesia Pelajari Peternakan Modern di Australia

20 Mahasiswa Indonesia Pelajari Peternakan Modern di Australia

Alatternakayam – Sebanyak 20 mahasiswa Indonesia akan berangkat ke Australia untuk belajar tentang peternakan sapi modern. Mereka adalah para mahasiswa terpilih dari berbagai penjuru Tanah Air untuk mengikuti program NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP)  yang telah berjalan sejak 2012 lalu.

Program yang dilaksanakan selama 10 minggu tersebut akan memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru bagi para mahasiswa Indonesia. Mereka akan belajar  mengenai pelatihan penggembalaan secara intensif meliputi aspek kesejahteraan dan penanganan hewan ternak, juga belajar langsung di industri peternakan yang telah dijalankan secara modern. 

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti, menilai bahwa program magang di luar negeri ini perlu didukung guna meningkatkan profesionalitas mahasiswa dalam pengelolaan peternakan sapi modern. Hal ini sesuai dengan prinsip penta-helix, khususnya kerjasama perguruan tinggi dengan berbagai sektor untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan. Diharapkan setelah kembali ke Indonesia para mahasiswa mampu membawa pengalaman berharga untuk bekal bekerja di masa mendatang.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Didiek Purwanto, mengemukakan dengan adanya program ini dapat memberikan pembelajaran praktis dan berdampak pada industri peternakan di Tanah Air. Apalagi, minat generasi muda di sektor peternakan saat ini masih rendah.

“Beternak bukan pilihan menarik untuk menggantungkan hidup, bahkan bagi seorang lulusan sarjana peternakan sekalipun. Mahasiswa peternakan yang lulus kuliah banyak yang malah meniti karir di luar sektor peternakan,” ujar Didik melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/8). 

Ia menambahkan, “Kami juga mengharapkan mereka yang di masa mendatang akan memberikan dampak baik bagi  industri peternakan di Indonesia. Kami sangat senang, 60% lulusan program ini telah bekerja di industri peternakan, 25% masih kuliah, 5% bekerja di luar industri peternakan dan 10% bekerja dan melanjutkan pendidikan di luar negeri.” 

Salah satu peserta program NIAPP, Kezia Nathaniel (19), mahasiswa program studi Ilmu dan Industri Peternakan UGM, mengungkapkan antusiasmenya menjalani program tersebut dan berharap mendapat banyak hal untuk dipelajari. “Semakin banyak pengalaman yang real di lapangan dan bisa diaplikasikan di dunia kerja,” ujarnya.  

Program yang sudah berjalan sejak 2012 merupakan hasil kerja sama antara Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Northern Territory Cattlemens Association (NTCA) Australia dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Hingga saat ini, program NIAPP telah mengirim 89 mahasiswa Indonesia ke Australia Utara.

Baca Juga: Membebaskan Pakan Dari Ancaman Toksin

Sumber: http://www.majalahinfovet.com