Mengenal Lebih Dalam Pemanas untuk Anak Ayam

Mengenal Lebih Dalam Pemanas untuk Anak Ayam

Sumber Gambar: http://www.majalahinfovet.com

Alatternakayam – Keberhasilan pemeliharaan ayam baik ayam bibit, ayam petelur, ayam pedaging dan ayam kampung, diawali dengan pemberian pemanas (brooder) pada DOC (anak ayam), atau dikenal dengan istilah brooding. Anak ayam belum memiliki bulu lengkap di samping tubuhnya yang rawan bila cuaca terlampau dingin atau angin terlalu kencang menerpa.

Sebagai solusi mengatasi masalah tersebut, maka diciptakan berbagai alat pemanas sejalan dengan berkembangnya teknologi peternakan. Pemanas yang ada antara lain, pemanas minyak tanah, pemanas briket batubara, pemanas lampu listrik dan pemanas gas (gasolec). Berbagai macam alat pemanas tersebut memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan.

Suhu yang Dibutuhkan
Sebelum berbicara soal beragam alat pemanas, perlu diketahui terlebih dahulu suhu yang dibutuhkan oleh anak ayam. Dalam pertumbuhannya dibutuhkan suhu pemanas yang berbeda-beda sesuai dengan umur anak ayam dan perkembangan bulunya, seperti pada tabel berikut.

Kebutuhan Suhu Pemanas DOC

No. Umur (hari) **) Suhu Dibutuhkan (oC)
1 0-3 32-35
2 4-7 29-34
3 8-14 27-31
4 15-21 25-27

Sumber: Berbagai sumber.

Keterangan: **) Semua pemanas hanya digunakan sampai umur DOC 21 hari.

Suhu dapat diukur dengan menempatkan termometer yang diletakkan 5cm di atas permukaan sekam/lantai. Alat pemanas sebaiknya dinyalakan satu hari sebelum DOC tiba di peternakan agar suhu di sekitar lingkungan hangat secara merata. Cara praktis mengetahui suhu ideal untuk anak ayam pada periode brooding juga dapat dengan memperhatikan tingkah-laku DOC, diantaranya:

a. DOC menjauh dari pemanas, berarti suhu terlalu panas.
b. DOC mendekat pemanas, berarti suhu terlalu dingin.
c. DOC aktif dan menyebar, berarti suhu ideal.
d. DOC berada dalam satu sisi dan bergerombol, ada hembusan angin yang masuk dari satu arah.

Macam-macam Alat Pemanas (Brooder)
Alat pemanas yang dikenal di lingkungan peternakan ayam bervariasi, namun fungsi utamanya sama, yaitu untuk menghangatkan dan mencegah DOC dari kedinginan, yang bisa berakibat pada kematian. Berikut macam-macam alat pemanas yang biasa digunakan antara lain.

a. Pemanas minyak tanah (Semawar)
Pemanas semawar banyak digunakan pada waktu yang lalu saat bahan bakar minyak tanah masih mudah didapat dan belum mahal harganya. Penggunaan pemanas model ini perlu seringkali dikontrol jangan sampai adanya selang yang bocor, karena rawan terjadinya kebakaran. Untuk menaikkan/menurunkan suhu pemanas yaitu dengan meninggikan/menurunkan posisi tangki minyak tanah. Harga pemanas semawar sekitar Rp 300.000-500.000 per buah.

b. Pemanas briket batubara
Model pemanas briket batubara mulai muncul pada tahun 1993, pemanas ini mampu menghangati sekitar 750-1.200 ekor DOC, harga pemanas model ini sekitar Rp 110.000-150.000 per buah. Dalam menyusun dan menyalakan pemanas briket batubara sebaiknya di luar area perkandangan agar asap yang pertama ditimbulkan tidak mencemari lingkungan dalam kandang yang berdampak buruk bagi DOC. Pemanas briket batubara adalah alternatif untuk menjadi pilihan di tengah melambungnya harga gas dan minyak tanah. Kebutuhan luas area untuk pemanas briket batubara bisa dilihat pada tabel berikut.

Kebutuhan Luas Area Pemanas Briket Batubara

No. Umur DOC (hari) Jumlah DOC/m2 (ekor)
1 0 60
2 3 40
3 5 30
4 7 20
5 9 15
6 12 10

 

Sumber: “Briket batubara solusi pemanas unggas”, 2008.


c. Pemanas kompor sekam
Model pemanas inipun termasuk paling sederhana, daya tampung DOC yang terhangatkan 100-500 ekor. Pemanas kompor sekam tidak memiliki pengatur suhu, sehingga bila panas diterima DOC berlebihan sulit dinetralisir. Selain itu, asap yang keluar dari hasil pembakaran sekam sedikit banyak mengancam pernafasan DOC dan mencemari lingkungan. Harga alat pemanas model ini berkisar Rp 35.000-150.000. Namun, kini pemenas tersebut jarang digunakan lagi oleh para peternak.

d. Pemanas listrik (bohlam pijar)
Jenis pemanas listrik adalah yang paling sederhana, memiliki resiko kecil walaupun membutuhkan biaya energi yang mahal dengan daya tampung DOC yang terhangati relatif sedikit (hanya bisa digunakan pada kandang kotak panggung berukuran 1m x 1m x 0,5m). Sarana yang digunakan cukup sebuah kotak/kandang panggung kayu yang dilengkapi lampu pijar 40-100 watt, berkapasitas hanya 100-250 ekor DOC. Nilai biaya pembuatan cukup terjangkau Rp 35.000-150.000 per unit. Model pemanas ini banyak digunakan DOC ayam kampung dan dianggap lebih aman dari serangan predator, di samping terbukti mampu menekan angka kematian ternak.

Kelebihan pemanas listrik (lampu pijar) mudah digunakan dan diatur nyala-matinya, hanya saja sedikit lebih boros biaya listrik dan sulit mengatur kebutuhan suhu sesuai yang dibutuhkan DOC untuk peternakan ayam skala besar.


e. Pemanas gas (gasolec)

gasolec pemanas ayam
Gasolec sudah umum digunakan para peternak ayam baik skala kecil maupun besar. Penggunaan gasolec relatif lebih praktis dan aman (tidak mengeluarkan asap dan bunyi berisik) baik bagi ayam maupun peternaknya, karena dilengkapi dengan regulator pengatur besar-kecilnya aliran gas dan tingginya suhu yang dibutuhkan. Pemanas gas mampu menghangatkan 1.000-1.500 ekor DOC, harganya berkisar Rp 1.000.000-1.200.000 per buah. Radius yang terjangkau 5m x 6m, ketinggian dari alas/sekam bisa diatur sendiri dengan perawatan yang rutin.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Sistem Tempat Minum Ayam

Sumber: http://www.majalahinfovet.com