Ragam Sistem Ventilasi

Ragam Sistem Ventilasi

Alatternakayam – Sistem Tunnel Ventilation adalah sistem tekanan negatif dengan menggunakan kipas exhaust atau yang menggerakkan angin dari dalam ke luar kandang yang terletak di salah satu ujung kandang. Udara segar masuk di ujung yang satunya dan melewati inlet yang bisa diatur tinggi rendahnya untuk memberikan tekanan yang sesuai dengan kipas yang digunakan. Kandang dengan sistem ini harus cukup kedap udara kecuali untuk desain lubang masuk. Perbedaannya adalah semua udara masuk ke bagian depan kandang dan bergerak keluar melalui kipas angin di sisi yang paling belakang.

Untuk menghasilkan sirkulasi udara yang baik menggunakan sistem tunnel, maka ada beberapa komponen krusial yang harus diperhatikan.beberapa komponen tersebut yaitu kipas angin yang dibutuhkan untuk menggerakkan udara melalui gedung, saluran masuk dan keluar udara, serta satu set kontrol (termostat, sensor dan timer) untuk mengatur pengoperasian kipas angin.

Dalam memilih kipas angin untuk sistem ventilasi tertentu, berbagai macam kondisi iklim harus dipertimbangkan serta sistem ventilasi yang akan digunakan. Peralatan yang kokoh dan berkualitas tinggi harus digunakan saat beroperasi dalam kondisi buruk.

Secara umum, pilihlah kipas yang berukuran besar daripada yang berukuran terlalu kecil untuk memasok ventilasi yang dibutuhkan. Namun ketika kipas yang digunakan sesuai dengan profil kandang tertentu, maka dapat menghemat biaya. Baik untuk biaya awal maupun operasional dengan menggunakan kipas berukuran benar. Menggunakan motor yang efisien pada kipas dapat mengurangi biaya operasi.

Kipas menentukan laju pertukaran udara, tetapi keseragaman distribusi udara terutama bergantung pada lokasi, desain, dan penyesuaian saluran masuk udara. Dalam mengatur inlet sebaiknya disesuaikan hingga mencapai kecepatan angin 3-5 meter per detik. Aturan praktis yang baik untuk mengukur lubang masuk untuk mencapai kisaran kecepatan ini adalah karena kebutuhan ventilasi berubah seiring dengan usia unggas, berat badan dan suhu luar. Kisaran lebar celah inlet yang umum adalah antara 2,5 dan 15,5 cm. Lebar dapat dikontrol secara manual atau dengan kontrol otomatis yang sensitif terhadap tekanan statis. Namun dalam menentukan lebar dari inlet sebaiknya tetap berpatokan pada tingkah laku unggas.

Termostat atau (sensor suhu) biasanya dikombinasikan dengan sensor waktu interval atau sensor suhu minimum dan maksimum. Termostat satu tahap biasanya mengontrol satu atau lebih kipas dengan kecepatan tunggal dengan mengaktifkan kipas saat suhu naik dan menghentikannya saat suhu udara turun ke tingkat yang dipilih. Pengatur waktu interval memungkinkan pengoperasian secara fleksibel kapan kipas harus menyala dan mati antara satu kipas dengan yang lainnya. Pengatur tersebut diperlukan karena kipas biasanya tidak dioperasikan terus menerus dalam cuaca dingin.

Kebanyakan pengatur waktu beroperasi pada siklus 10 menit untuk memperkirakan pengiriman udara dari kipas yang terus beroperasi. Kipas yang beroperasi secara kontinyu yang menyediakan jumlah udara ventilasi yang tepat tidak akan memberikan kecepatan udara yang dibutuhkan untuk pencampuran yang tepat.

Termostat yang saling berhubungan dengan pengatur waktu menggantikan sistem saat diperlukan lebih banyak ventilasi untuk menghilangkan panas berlebih. Relai diperlukan untuk melindungi motor dan termostat ketika sekelompok kipas harus dikontrol secara bersamaan oleh satu termostat atau timer.

Sistem Positive Pressure

Sistem tekanan positif menggunakan kipas untuk mendorong (memompa) udara ke dalam gedung dan menciptakan tekanan positif. Perbedaan tekanan menyebabkan udara bergerak, dalam hal ini, keluar melalui kisi-kisi atau saluran keluar lain yang disediakan. Sejumlah sistem tekanan positif digunakan dalam kandang terbuka karena cukup menambahkan kipas di dalam kandang. Cara kerjanya yaitu dengan bantuan kipas untuk mendorong udara ke luar kandang. Sistem ini mendistribusikan panas dan mencampur udara di kandang unggas.

Sistem ini sangat mudah diadopsi bagi peternak kandang terbuka dengan populasi yang tidak terlalu banyak. Peternak dengan kandang terbuka dan hanya mengandalkan tirai untuk mengatur udara di dalam kandang. Jika lokasi kandang tersebut berada di tempat yang memiliki karakter suhu yang relatif tinggi dan minim ppergerakan udara, maka menggunaan kipas pendorong dalam kandang sangat bermanfaat untuk mengganti udara yang ada di dalam kandang.

Sumber: poultryindonesia.com