Peternak Ayam Petelur Antisipasi Dampak Virus Corona

Peternak Ayam Petelur Antisipasi Dampak Virus Corona

Dampak Virus Corona bagi Peternak Ayam Petelur

Wabah virus Corona yang semakin meluas di berbagai daerah di Indonesia mulai menyerang sendi-sendi perekonomian. Berbagai jenis bisnis mulai merasakan dampak mewabahnya virus Corona. Salah satu bisnis yang terdampak oleh adanya wabah virus Corona adalah bisnis ternak ayam petelur (layer). Perlahan tapi pasti para peternak ayam petelur di berbagai daerah mulai merasakan kerugian akibat penjualan yang cenderung menurun.

Usaha kuliner atau UMKM menjadi konsumen dengan permintaan kebutuhan telur yang tinggi. Semenjak mewabahnya virus Corona, pemerintah mulai mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin beraktivitas di dalam rumah, menerapkan physical distancing hingga diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibeberapa daerah. Akibatnya, banyak usaha kuliner atau UMKM yang sepi pembeli dan memutuskan untuk menutup usahanya sampai beberapa hari ke depan. Hal ini berdampak pada permintaan telur yang semakin turun dari waktu ke waktu.

Harga telur cenderung stabil, namun kebutuhan konsumen untuk telur juga minim. Walaupun telur bisa menjadi makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tetap saja permintaan telur hanya sebatas untuk konsumsi rumah tangga. Acara-acara, seperti hajatan dan pernikahan yang biasanya membutukan telur juga ditiadakan akibat virus Corona yang semakin mewabah. Permintaan yang sedikit tidak sebanding dengan persediaan telur yang selalu ada. Jika tidak ada lagi tempat untuk mengirimkan telur, peternak akan membuang telurnya karena telur sendiri adalah bahan makanan yang tidak bisa tahan terlalu lama. Tentu sangat merugikan bagi peternak ayam petelur, mengingat pemeliharaan ayam petelur juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Permintaan telur yang terus menurun ini diperparah dengan harga pakan ayam petelur yang naik. Hal ini disebabkan karena bahan pakan, seperti jagung masih menjadi komoditas impor di beberapa daerah. Adanya kondisi pandemi saat ini, biaya untuk aktivitas impor juga menjadi lebih tinggi. Kondisi-kondisi buruk ini jika berlangsung secara lama tentu akan menyebabkan kerugian yang besar bagi para peternak ayam petelur. Tidak hanya merugi, para peternak ayam petelur juga berpotensi untuk mengalami gulung tikar atau kebangkrutan.

Atasi Dampak Virus Corona Bagi Peternak Ayam Petelur

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan koordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan perunggasan untuk mengantisipasi dampak virus Corona agar ketersediaan telur tetap stabil untuk konsumsi Hari Besar Keagamaan Nasional pada bulan Mei 2020. Para peternak mengharapkan ketersediaan telur yang dijamin nantinya juga diimbangi dengan permintaan kebutuhan telur yang kembali stabil. Penjualan telur ayam yang kembali stabil diharapkan para peternak ayam petelur untuk mampu menutupi kerugian yang terjadi sepanjang pandemi virus Corona.

Banyak sekali pihak atau sektor usaha yang terdampak oleh mewabahnya virus Corona. Mulai dari mengalami penurunan penjualan, kerugian hingga kebangkrutan. Walaupun begitu, masyarakat tetap lebih baik untuk mematuhi himbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing dan seminimal mungkin untuk beraktivitas di luar rumah. Hal ini bertujuan agar penyebaran virus Corona bisa semakin menurun. Penurunan penyebaran virus Corona diharapkan mampu mengubah keadaan agar bisa segera membaik seperti sedia kala.

Tetaplah untuk memenuhi kebutuhan alat ternak pada bisnis ternak ayam Anda dengan berbagai peralatan lengkap yang tersedia di UD Inti Mustika. Anda bisa mengunjungi www.alatternakayam.com untuk mendapatkan informasi seputar produk ataupun tips dalam beternak ayam.