Optimalkan Saluran Pencernaan saat Pancaroba

Optimalkan Saluran Pencernaan saat Pancaroba

Alatternakayam – Kebijakan mengenai larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) atau antibiotik pemacu pertumbuhan di Indonesia sudah berlangsung selama hampir empat tahun atau sejak masa pemberlakuannya dimulai pada awal tahun 2018. Akibat adanya pelarangan ini tentu banyak hal yang dirasakan oleh para peternak broiler maupun layer.

Dampak umum yang terjadi setelah diberlakukannya pelarangan AGP, adalah performa broiler (ayam pedaging) dan layer (ayam petelur) yang menurun. Hal ini pula yang dirasakan oleh Sonny S.H yang merupakan peternak layer asal Desa Sukamakmur, Kota Palembang.

Berawal dari peternakan layer milik keluarga yang berkembang dengan baik sejak tahun 80-an, Sonny tertarik untuk terjun mengelola peternakan miliknya sendiri. Hal itu ia wujudkan dengan memulai peternakan layer pada tahun 2016. “Peternakan layer kami saat ini telah berkembang cukup pesat, puluhan ribu DOC dan layer telah kami kelola,” ungkap pemilik Sonn Farm ini.

Kondisi iklim dan lingkungan menjadi tantangan terbesar bagi peternakannya. Oleh sebab itu, Sonny mempercayakan proteksi kesehatan ternak miliknya kepada Medion. Sonny menceritakan bahwa ia dan keluarganya telah mempercayakan perlindungan kesehatan ternaknya sejak memulai usaha layer ini. “Pelayanan dan kualitas produk yang sangat baik, tentu membuat kami setia menjadi pelanggan Medion. Pelayanan dari personil Medion sangat membantu kami,” tuturnya.

Waspada pancaroba

Kondisi pancaroba seperti yang terjadi saat ini sangat memengaruhi kondisi kesehatan ternak terutama pada tingkat stres, deplesi, dan kondisi saluran pencernaan. Sonny menceritakan bahwa hal ini sangat memengaruhi produktivitas layer miliknya dan menyebabkan kerugian.

“Hampir seluruh kandang terkena dampak, termasuk peternakan kami. Penurunan produksi telur bisa mencapai 10 – 15% dan kematian tinggi. Di Palembang, suhu di pagi hingga malam hari bisa mencapai 30 – 40 oC, namun bisa tiba-tiba hujan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu, kemunculan E. Coli pun menjadi tantangan, dua sampai tiga kali dalam setahun Sonn Farm kerap mengalami penyakit saluran pencernaan yang diakibatkan oleh E.Coli sehingga kesehatan saluran pencernaan menjadi prioritasnya.

Adanya pelarangan penggunaan AGP sejak tahun 2018 yang lalu sempat membuat risau para peternak. Namun, tidak bagi Sonny. Ia dengan cepat menemukan solusinya berkat keikutsertaannya pada seminar yang diadakan oleh Medion saat memperkenalkan Optigrin di Palembang.

“Saat itu saya langsung memutuskan menggunakan Optigrin dan ternyata hasilnya membuat daya tahan tubuh dan kondisi pencernaan ayam lebih optimal, penggunaannya pun sangat mudah,” ungkap Sonny.

Banyak manfaat yang dirasakan setelah menggunakan Optigrin seperti terjadi peningkatan produksi telur dan ayam tidak mudah terserang penyakit. Hal tersebut membuat Sonny mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. “Saya berharap Medion tetap menjaga kualitas produk dan produk yang dihasilkan semakin bertambah,” harapnya. Adv