Manajemen Kualitas Kerabang Telur

Manajemen Kualitas Kerabang Telur

Kerabang telur berperan dalam melindungi kuning telur dan albumen dari kerusakan fisik maupun mikrobiologi, memastikan pertukaran air dan oksigen, serta menyediakan kalsium untuk perkembangan embrio
Sumber Gambar: troboslivestock.com
Alatternakayam – Telur dianggap sebagai salah satu makanan yang memiliki gizi paling seimbang. Dalam istilah sederhananya adalah kuning telur yang dikelilingi oleh albumen, membran cangkang telur yang diselimuti oleh kulit telur. Hal ini disampaikan oleh Murtala Umar Faruk, Senior Scientist in Poultry Nutrition & Deputy R&D Central Head dari DSM Nutritional Products Perancis dalam acara Layer Feed Quality Conferences beberapa waktu lalu di Jakarta.
“Kerabang telur adalah keramik biopori yang dihasilkan dari salah satu proses mineralisasi tercepat yang dikenal di alam. Kerabang telur berperan dalam melindungi kuning telur dan albumen dari kerusakan fisik maupun mikrobiologi. Selain itu, cangkang berfungsi untuk memastikan pertukaran air dan oksigen serta menyediakan kalsium untuk perkembangan embrio,” terang Faruk.
Kerabang telur yang sempurna, Faruk melanjutkan, ciri-cirinya adalah tidak retak atau pun pecah, warna merata, bentuk normal atau tidak cacat serta bersih. Kualitas kerabang telur dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu genetik, umur dan berat telur, kesehatan usus, kepadatan kandang, tingkat stres, konsumsi pakan serta kalsium dan fosfor.
Faruk menjelaskan proses kalsifikasi dalam pembentukan kerabang telur bukanlah proses yang diperantarai oleh sel. Selama periode pembentukan kerabang telur, transfer kalsium yang konstan dari organ-organ pemasok (tulang dan usus) diperlukan guna memastikan kerabang telur yang sempurna. “Kerabang telur rata-rata mengandung 2 gram kalsium (Ca), setengahnya diperkirakan berasal dari tulang,” ujarnya.
Pada akhir fase pullet, dia menambahkan, rata-rata 80 % tulang adalah kortikal dan 20 % trabekuler. Pertumbuhan tulang disebabkan oleh sel-sel khusus yaitu osteoblas dan osteoklas. Osteoblas bertanggung jawab atas penumpukan komponen tulang yang disebut aposisi, sedangkan osteoklas bertanggung jawab untuk mobilisasi mineral dari tulang guna pembentukan kerabang telur, sebaliknya disebut resorpsi.
“Penyerapan Ca dalam usus diketahui langsung di bawah kendali cholecalciferol atau vitamin D3. Pada permulaan produksi telur, kapasitas penyerapan Ca dari usus besar meningkat di bawah kendali metabolit aktif vitamin D, 1,25 dihidroksi kolkalsiferol. Dihidroksi-kolkalsiferol diserap dari saluran usus dengan lemak dan diangkut ke hati melalui sistem limfatik. Kemudian disimpan dalam jaringan adiposa dan dikonversi ke 25-hidroksi kolkalsiferol (25OHD3), lalu dihidroksilasi di ginjal ke 1,25-dihidroksi kolekalsiferol (1,25(OH)2D3), langkah transformasi terakhir yaitu ke hormon aktif dari vitamin D3,” jabar Faruk.
Menurutnya, suplementasi pakan pullet (ayam petelur siap produksi) dengan vitamin D3 dapat meningkatkan pertumbuhan tulang dan meningkatkan kualitas kerabang telur pada fase produksi selanjutnya. Suplementasi diet ayam dengan 25OHD3 membantu lebih baik daripada vitamin D3, sebab dapat membangun kerangka yang solid selama periode pertumbuhan serta mendukung pemeliharaan selama periode bertelur.
“Jelas bahwa tulang yang berkembang dan sehat bukan hanya kunci untuk menjaga kualitas kerabang, telur tetapi juga kesehatan dan kelestarian hewani. Semua ini diperlukan guna meningkatkan profitabilitas usaha layer (ayam petelur),” pungkas Faruk.
Asupan Pakan
Pada kesempatan yang sama Doug Korver, Profesor of Pultry Nutrition University of Alberta Canada, mengutarakan kunci dari tingkat produksi telur tinggi guna siklus bertelur yang panjang adalah dengan mengelola layer dari awal untuk menghindari masalah. Memantau flock lebih dekat untuk mengidentifikasi dan mengoreksi beberapa masalah pun perlu dilakukan sebelum menjadi lebih serius.
“Telur menghabiskan waktu sekitar 20 jam dalam kelenjar kerabang telur, atau sekitar 2,2 gram Ca dalam bentuk CaCO3, yang diendapkan menjadi telur. Pengendapan Ca pada kerabang telur merupakan bagian utama dari Ca harian yang dibutuhkan layer. Ketika Ca diserap oleh tubuh layer dari pakan yang dikonsumsinya, darah akan membawa Ca yang terserap ke kelenjar kulit guna mendukung pembentukan kerabang telur,” terang Korver.
Korver menuturkan, ransum pakan layer dianjurkan mengandung 2/3 partikel Ca, yaitu dengan diameter 1 mm atau lebih besar dan 1/3 partikel kecil atau kurang dari 1 mm. Partikel yang lebih besar akan disimpan di dalam tenggorokan untuk jangka waktu yang lebih lama. Saat periode gelap berlangsung dan pakan melewati saluran pencernaan, partikel besar Ca secara bertahap akan dipecah pada kondisi asam dan digiling di dalam tenggorokan. Lalu, Ca dilepaskan secara bertahap untuk digunakan oleh kelenjar kerabang telur sepanjang malam.

Baca Juga: Trik Antimainstream Agar Ayam Kampung Hasilkan Telur Melimpah

Sumber: troboslivestock.com