Manajemen Air Minum untuk Ayam Broiler

Ketahui Pentingnya Manajemen Air Minum

Air minum menjadi konsumsi rutin bagi hewan ternak. Penting untuk menjaga kualitas air minum yang dikonsumsi oleh ayam broiler agar tidak menimbulkan penyakit di kemudian hari. Ketersediaan air minum yang cukup dapat membantu mengoptimalkan potensi genetik pada ayam broiler. Tentunya hal ini juga dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air minum yang digunakan untuk konsumsi ayam broiler. Sebab kualitas dan kuantitas air minum juga memengaruhi performa ayam broiler.

Agar air minum ayam broiler terhindar dari cemaran bakteri, maka air minum perlu disanitasi dengan cara pemberian antiseptik. Namun, penambahan klorin atau kaporit untuk desinfeksi tidak diperkenankan untuk melebihi dosis 2-5 ppm. Berlebihan dalam pemberian klorin atau kaporit dapat menyebabkan ayam broiler mengalami diare. Metode sanitasi lain yang bisa dilakukan adalah filtrasi atau penyaringan air. Filtrasi dapat dilakukan dengan memberikan karbon aktif secara manual atau menggunakan alat filter yang dapat bekerja secara otomatis.

Manajemen Pemberian Air Minum Ayam Broiler

Pemberian air minum untuk ayam broiler juga memerlukan manajemen yang baik. Hal ini bertujuan agar kandungan nutrisi pada air minum bisa sesuai dengan kebutuhan nutrisi pada tubuh ayam. Berikut adalah beberapa tips dalam memanajemen pemberian air minum untuk ayam broiler, di antaranya:

  1. Air minum yang akan diberikan pada DOC ayam broiler sebaiknya diberikan dalam kondisi hangat. Hal ini bertujuan agar bisa menyeimbangkan denagn temperatur tubuh DOC ayam broiler. Sistem tubuh ayam akan menolak sendiri jika air minum memiliki suhu di baah 19o
  2. Lakukan kontrol secara rutin pada tempat yang digunakan untuk air minum. Kontrol dapat dilakukan denagn menyesuaikan jumlah tempat minum yang digunakan dengan jumlah ayam yang ada di dalam kandang. Alur distribusi air minum juga perlu dibuatkan sistem yang baik agar tidak mengganggu kenyamanan pergerakan ayam. Tentukan pula ketinggian tempat minum secara tepat. Tempat minum ayam sebaiknya setinggi punggung ayam. Jika menggunakan tempat minum nipple, ketinggiannya disesuaikan dengan tinggi ayam.
  3. Rutin melakukan pembersihan pada drinker dnegan menggunakan desinfektan. Untuk pembersihan yang optimal, lakukan pembersihan secara rutin. Bisa dengan penjadwalan dua kali dalam sehari. Lakukan pembersihan dengan segera pada tempat minum nipple jika telah dilakukan pemberian vitamin, vaksin dan obat yang diaplikasikan melalui air minum. Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan Hidrogen Peroksida (H2O2) atau denagn asam sitrat.
  4. Lakukan pengecekan air minum yang digunakan melalui uji laboratorium minimal tiga bulan sekali. Terutama lakukan pengecekan saat telah terjadi perubahan cuaca. Sebab perubahan cuaca juga memengaruhi kandungan kualitas air yang dijadikan air minum ayam.
  5. Jika menggunakan alat minum yang otomatis, pastikan tempat minum tidak mengalami kebocoran. Hal ini agar ayam tidak sampai mengalami kehabisan air minum saat peternak tidak melakukan pengecekan.

Pemilihan tempat minum yang tepat juga menjadi hal yang harus diperhatikan dalam manajemen air minum untuk ayam broiler. Pemilihan tempat minum juga harus disesuaikan dengan usia ayam broiler dan jenis kandang yang digunakan. Usia ayam yang berbeda juga memiliki kebutuhan air minum yang berbeda.

  1. Usia 1 minggu membutuhkan 65 liter air minum.
  2. Usia 2 minggu membutuhkan 120 liter air minum.
  3. Usia 3 minggu membutuhkan 180 liter air minum.
  4. Usia 4 minggu membutuhkan 245 liter air minum.
  5. Usia 5 minggu membutuhkan 290 liter air minum.
  6. Usia 6 minggu membutuhkan 330 liter air minum.

Dapatkan kebutuhan peralatan ternak secara lengkap dan terpercaya hanya di UD Inti Mustika. Anda juga bisa berkonsultasi seputar permasalahan ternak Anda.