Ketidakseimbangan Mikrobiota dalam Usus Ayam

Ketidakseimbangan Mikrobiota dalam Usus Ayam

Sumber Gambar: poultryindonesia.com

Alatternakayam – Sistem pencernaan ayam merupakan suatu sistem yang kompleks nan dinamis, sekaligus berperan penting bagi penyerapan nutrisi untuk tumbuh kembang maupun produksi dari ayam tersebut. Kesehatan usus, atau akrab disebut dengan gut health yang akhir-akhir ini digaungkan oleh industri perunggasan, sebenarnya mencakup fungsi fisiologis, fisik, dan mikrobiologis dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan usus.

Disbiosis merupakan penyimpangan jumlah mikroorganisme dalam usus yang tanpa disadari dapat menimbulkan kerugian cukup tinggi bagi peternak.

Garriga et al. (2006) menyatakan bahwa kondisi usus yang baik tidak hanya meregulasi homeostasis dari fisiologis usus tetapi juga secara sistemis, melalui sistem organ. Kesehatan usus perlu diperhatikan betul karena usus merupakan organ secara konstan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan. Dalam hal ini fungsi barrier usus harus bekerja seefektif mungkin untuk menangkal toksin atau mikroorganisme lainnya yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi pada usus. Kumpulan mikroorganisme di dalam usus ayam terdiri dari protozoa, bakteri, fungi, bakteriofag, dan virus yang disebut mikrobiota.

Mikrobiota dalam usus memiliki berbagai manfaat bagi pencernaan ayam, di antaranya mendukung pematangan fungsi usus, mendukung intergritas usus, berkompetisi dengan mikroorganisme patogen, memodulasi sistem imun dalam usus, dan mencegah terjadinya inflamasi pada usus. Oleh karena itu, nutrisi maupun energi yang dipakai oleh ayam tidak seutuhnya dipakai untuk perbaikan usus. Menurut Rinttila dan Apajalahti (2013), mikrobiota pada usus membantu mendigesti serta fermentasi pada senyawa pakan yang tak tecerna untuk menyediakan asam amino esensial dan vitamin pada hewan. Keberadaan bakteri pathobiont dalam usus sejatinya selalu ada, tetapi dalam jumlah yang sedikit. Pada kondisi usus yang stabil, bakteri pathobiont berperan menjadi bakteri symbiont yang tentu tidak membahayakan bagi kesehatan ayam.

Usus juga memiliki mekanisme fisiologis untuk mengatur poliferasi bakteri di dalamnya agar mikroorganisme dalam usus berada dalam keseimbangan serta mencegah keluarnya bakteri dalam usus ke sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan sepsis. Jenis barier yang disebutkan sebelumnya pada usus untuk mencegah infeksi bakteri patogen maupun untuk mengatur mikroba yaitu peristalsis usus, sekresi zat tertentu seperti HCl, enzim, garam empedu, maupun immunoglobulin, mukus, mikoflora yang terkait, intergritas mukosa usus, dan gut-associated lymphatic tissue (GALT). Pada kondisi ketidakseimbangan bakteri pathobiont dapat menghasilkan metabolit yang berbahaya bagi usus, atau disebut juga pada kondisi disbakteriosis.

Disbiosis atau disbakteriosis adalah perubahan komposisi dan fungsi mikrobiota yang berakibat pada ketidakseimbangan antara bakteri baik dan buruk, sehingga terjadi penyimpangan respons imun terhadap bakteri komensal. Pada ayam, kondisi ini menciptakan sebuah penyimpangan respon inflamasi pada tubuh terhadap bakteri komensal dan berpengaruh kepada hilangnya diversitas bakteri maupun fungsi pentingnya, sehingga turut menurukan performa pertumbuhan ayam maupun kesehatan ayam tersebut. Gangguan kesehatan yang ditemui oleh pada penyakit ini yaitu diare. Ketidakseimbangan ini dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada barrier usus tersebut, perubahan fisiologis saluran pencernaan atau immunitas yang disebabkan oleh cekaman lingkungan akibat ekstremnya kondisi lingkungan, maupun perubahan lainnya yang mendukung terjadinya disbiosis.

Baca Juga: Menelisik Problem Ayam Petelur Modern

Sumber: poultryindonesia.com