Kandang Closed House Pilihan Tepat Para Peternak

Mengenal Kandang Closed House

Dunia yang semakin maju juga mendukung hadirnya teknologi yang semakin canggih. Hal ini juga terjadi pada dunia peternakan. Berbagai teknologi dan sistem seputar peternakan mulai berkembang pesat. Salah satu hal yang menjadi trend di dunia peternakan adalah mengenai kandang ayam. Ada banyak sistem kandang yang berkembang saat ini, salah satunya adalah kandang dengan sistem closed house.

Kandang dengan sistem closed house kandang dengan konstruksi modern yang didesain tertutup sehingga lebih bisa menjamin kenyamanan bagi ayam. Kandang dengan sistem closed house digambarkan seperti terowongan. Udara bisa msuk melalui bagian depan dan mengalir sepanjang kandang, lalu dikeluarkan di bagian belakang kandang dengan bantuan exhaust fan. Sirkulasi udara yang terjadi di kandang closed house mendukung sistem ventilasi yang baik, sehingga udara yang dibutuhkan ayam bisa terpenuhi. Begitu pula dengan udara kotor yang ada di dalam kandang juga lebih mudah untuk keluar kandang.

Kandang sistem closed house terbagi lagi menjadi dua, yaitu kandang full closed house (menggunakan cooling pad) dan kandang semi closed house (tanpa cooling pad). Kandang dengan sistem full closed house biasa digunakan di daerah yang tingkat kelembabannya rendah dan bersuhu tinggi. Kandang dengan sistem semi closed house biasanya adalah hasil pengembangan dari kandang terbuka yang ingin mencoba beralih ke sistem kandang closed house.

Peralatan Pelengkap Kandang Sistem Closed House

Efektivitas dari sistem kandang closed house bergantung pada kelengkapan peralatan yang digunakan. Beberapa peralatan pelengkap untuk mendukung efektivitas kandang sistem closed house adalah:

  1. Kipas

Kipas menjadi alat utama untuk menciptakan pergerakan udara. Kipas sendiri memiliki dua jenis, yaitu exhaust fan dan blowing fan. Exhaust fan berfungsi untuk mnyedot angin, sedangkan blowing fan berfungsi untuk meniup angin. Dalam penggunaan kipas juga perlu memperhatikan jumlah kipas yang digunakan dan lamanya kipas menyala. Hal ini bertujuan agar kipas menghasilkan kecepatan udara dan temperatu yang tepat, serta sesuai dengan daya konsumsi listrik.

  1. Evaporative Cooling Pad

Alat pendingin udara yang bekerja dengan memanfaatkan penguapan udara. Cara kerjanya adalah dengan menghubungkan evaporative cooling pad dengan pompa yang nantinya akan membasahinya dengan air. Udara panas yang berasal dari luar kandang akan memasuki cooling pad. Kemudian air akan menyerap energi panas dari udara, sehingga air akan menguap dan temperatur udara di dalam kandang akan menurun. Peternak juga perlu memperhatikan saat akan membasahi cooling pad agar tidak menambah tingkat kelembaban di dalam kandang. Evaporative cooling pad juga berfungsi untuk menyaring udara kotor yang berasal dari luar kandang.

  1. Controller

Controller juga disebut dengan climate controller. Alat ini memiliki fungsi untuk mengendalikan suhu dan kelembaban yang ada di dalam kandang. Controller dianggap sebagai alat utama dalam kandang dengan sistem closed house karena dapat mengatur kapan kipas dan evaporative cooling pad akan menyala sesuai dengan target suhu yang telah ditentukan.

Kelebihan Kandang Sistem Closed House

Kandang dengan sistem closed house lebih mudah untuk diatur karena sudah mulai mengaplikasikan kecanggihan teknologi. Kandang denagn sistem ini juga mampu mengurangi biaya karena tergolong dalam investasi jangka panjang. Artinya kandang dengan sistem closed house lebih kuat dan tahan lama daripada sistem kandang yang lain. Kondisi lingkungan yang lebih stabil juga memperbaiki produktivitas dari hewan ternak. Aktivitas reproduksi akan lebih baik, terhindar dari stress dan tentunya akan tidak mudah terserang penyakit.

UD Inti Mustika menjadi salah satu distributor peralatan ayam terlengkap yang mampu memenuhi kebutuhan Anda dalam membuat kandang dengan sistem closed house. Anda juga bisa berkonsultasi mengenai kebutuhan alat ternak Anda sebelum melakukan pembelian.