EDS 76, Penyakit Penurun Produktivitas Ayam Menghasilkan Telur

EDS 76, Penyakit Penurun Produktivitas Ayam Menghasilkan Telur

Mengenal Penyakit EDS 76

Ayam yang terlihat sehat bukan berarti sedang tidak terserang penyakit. Sebab, ada penyakit dengan gejala yang tidak terlihat, namun memengaruhi produktivitas ayam menghasilkan telur. EDS 76 atau Egg Drop Syndrome 76 adalah penyakit yang menyerang ayam petelur. Penyakit ini pertama kali diketahui pada tahun 1976 sehingga diberi nama EDS 76. Ayam petelur yang terserang penyakit EDS 76 dapat diketahui dari penurunan kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan. Penyakit EDS 76 disebabkan oleh Hemagglutinating adenovirus yang dapat menyebabkan anemia pada ayam yang terserang. Anemia ini dapat terlihat dari vial dan jengger yang berubah pucat. EDS 76 menjadi penyakit yang paling dihindari oleh para peternak ayam petelur karena bisa berdampak pada kerugian telur yang tidak bisa mencapai target produksi.

Ketahui Gejala Ayam Petelur yang Terserang EDS 76  

EDS 76 umumnya menyerang ayam petelur pada periode pertumbuhan dan periode bertelur, yaitu pada usia 25-26 minggu. Ayam petelur yang terserang EDS 76 akan tetap terlihat sehat dan gejala hanya dapat dideteksi dari penurunan kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan. Kerabang telur yang dihasilkan oleh ayam dengan penyakit EDS 76 akan berubah warna menjadi lebih pucat, lembek atau kasar. Telur akan mengalami perubahan bentuk atau menjadi lebih kecil. Ayam yang terserang EDS 76 dapat menurunkan viskositas pada putih telur. Sehingga, putih telur bagian luar akan lebih encer menyerupai air.

Penularan Penyakit EDS 76 pada Ayam Petelur

EDS 76 dapat menular secara horizontal maupun vertikal. Penularan secara vertikal dapat terjadi melalui induk yang terserang EDS 76 dan menghasilkan telur yang terinfeksi ringan virus EDS 76. Hal ini menjadikan telur memiliki potensi untuk menetas dan menjadi DOC. Selama DOC bertumbuh, maka virus EDS 76 akan tetap berada di dalam tubuhnya dan seolah-olah virus mengalami tidur. Namun, virus bisa kembali bangun ketika DOC tersebut terus bertumbuh hingga menghasilkan telur. Telur yang dihasilkan juga masih berpotensi untuk terserang EDS 76.

Penularan secara horizontal dapat terjadi melalui kontak langsung antar ayam. Sumber penularan EDS 76 dapat terbawa bersama telur tetas, peralatan penetasan dan egg tray. EDS 76 juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan unggas lain, seperti itik dan angsa yang telah lebih dulu terinfeksi EDS 76. Pemakaian jarum suntik yang telah terkontaminasi virus EDS 76 juga bisa menjadi media untuk perpindahan virus EDS 76.

Pengendalian dan Pencegahan Serangan Penyakit EDS 76

Sejauh ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan ayam yang terserang EDS 76. Sehingga, para peternak hanya bisa melakuka upaya untuk menjaga kesehatan ayam petelur agar terhindar dari serangan virus EDS 76. Upaya menjaga kesehatan ayam petelur dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi dan asupan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ayam. Vaksin lebih baik untuk diberikan sejak masa awal pemeliharaan agar ayam tidak mudah terserang penyakit. Menjaga kebersihan kandang menjadi salah satu upaya juga untuk menjaga kesehatan ayam. Perlu ada sanitasi yang baik di area kandang dan pemberian disinfektan yang teratur pada peralatan ternak untuk mengurangi penyebaran penyakit. Kandang harus rutin untuk dibersihkan dan peternak lebih baik untuk membatasi orang yang berada di dalam kandang. Kandang harus memiliki sistem perlindungan yang baik guna meminimalisir masuknya hewan liar atau hewan peliharaan lain ke dalam kandang ayam petelur.

UD Inti Mustika menyediakan berbagai jenis pakan sehat, vitamin dan obat-obatan untuk membantu ternak Anda agar selalu sehat. Kini Anda bisa semakin mudah mendapatkan segala kebutuhan ternak di www.alatternakayam.com atau toko online UD Inti Mustika di www.bukalapak.com/intimustika dan www.tokopedia.com/alatternakayam.