Antisipasi Pemeliharaan Unggas di Musim Hujan

Antisipasi Pemeliharaan Unggas di Musim Hujan

Sumber Gambar: poultryindonesia.com

Alatternakayam – Kini dengan mulai masuknya musim penghujan, para peternak mulai berbenah diri guna mengantisipasi pasca masuknya pergantian musim kemarau ke musim penghujan. Kesibukan sejumlah anak kandang sudah mulai terlihat, dari pembersihan kandang dan penggantian sekam, perbaikan terpal pelapis kandang, pengecekan air bersih, pengurasan bak penampung air hingga pengecekan kesehatan hewan ternak.

Perhatikan kebutuhan ayam

Pada saat memasuki pergantian musim, biasanya hewan ternak harus beradaptasi lebih ekstra. Ternak harus beradaptasi dari fluktuasi cuaca antara siang dan malam dengan rentang yang ekstrem. Terkadang, untuk suhu udara juga cepat berubah, siang hari bisa mencapai 35 °C akan tetapi saat malam atau dini hari bisa turun menjadi 20 °C. Belum lagi ditambah dengan kelembapan udara yang relatif lebih tinggi antara siang dan malam hari jika terjadi hujan.

Berbagai suplemen atau asupan gizi tambahan pun mulai disiapkan. Hal tersebut dilakukan guna meminimalkan angka kematian ayam yang biasanya banyak terjadi di pergantian musim ini. Nurdin Kosasih, seorang peternak mandiri di Desa Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengatakan bahwa dengan masuknya musim penghujan ini, para peternak ayam sudah mulai berbenah dengan cara seperti mengontrol kandang dan kebersihannya, selain itu pengecekan kesehatan ayam juga mulai dilakukan secara berkala.

Periksa juga sumber pemanas jika memasuki musim hujan adalah waktu periode brooding. Pemanas merupakan kunci dari keberhasilan di masa-masa awal usaha budi daya unggas. Jika pertumbuhan dan perkembangan 14 hari pertama tidak mampu dimaksimalkan, tentunya potensi untuk memaksimalkan pundi-pundi pendapatan pada saat panen juga akan sulit tercapai. Maka penting bagi peternak untuk mempersiapkan pemanas yang sesuai dengan kondisi peternak masing-masing.

”Selain penambahan suplemen vitamin, kami juga sudah mulai menyiapkan pemanas ruangan berbahan bakar oli bekas yang dinilai tidak menguras kantong peternak. Selain bahan bakarnya mudah didapat, harganya pun terbilang murah jika dibandingkan dengan gas elpiji yang saat ini harganya cukup mahal,” ujar Nurdin kepada Poultry Indonesia, Sabtu (16/11).

Selain faktor kebersihan kandang dan kesehatan ayam, hal utama yang harus segera dilakukan adalah pengecekan air bersih. Biasanya, pada setiap pergantian musim, akan terjadi perubahan kadar pH air. Selain dengan cara menguras bak penampungan air bersih, untuk pH air juga wajib dicek sehingga bisa segera diambil tindakan jika air tidak sesuai untuk standar pemeliharaan ayam. 

Baca Juga: Mikotoksin: Pintu Gerbang Beragam Penyakit

Sumber: poultryindonesia.com