Analisis Investasi Kandang Ayam Terbuka Vs Closed House

Analisis Investasi Kandang Ayam Terbuka Vs Closed House

Kenali Sistem Kandang Sebelum Memilih

Kandang menjadi salah satu aset investasi bagi para peternak. Kandang sebagai salah satu komponen dari fix cost menjadikan kandang sebagai suatu aset yang harus bisa berumur panjang. Hal ini bertujuan agar biaya yang dikeluarkan bisa semakin rendah dan periode untuk balik modal bisa lebih cepat. Terdapat dua sistem kandang yang seringkali menjadi bahan pertimbangan para peternak ayam broiler, yaitu kandang dengan sistem terbuka dan sistem closed house.

Dalam mengambil keputusan untuk memilih sistem kandang, perlu memperhatikan analisis biaya investasi dan payback period (periode pengembalian investasi). Hal ini bertujuan agar para peternak bisa mengetahui seberapa besar biaya yang harus dipersiapkan agar aktivitas beternak bisa lancar dan seberapa lama periode uang investasi bisa kembali pada pemilik modal. Kandang dengan sistem terbuka dikenal pula dengan istilah kandang tradisional. Kandang terbuka untuk ayam broiler dibangun dengan konstruksi atap yang tinggi, ventilasi alami, sistem air minum yang masih manual dan dinding samping yang masih terbuka. Sedangkan, kandang dengan sistem closed house (tertutup) bisa dibuat konstruksi bertingkat dua lantai dengan langit-langit yang rendah, ventilasi menggunakan terowongan mekanik, makan sudah dengan sistem otomatis, dinding samping yang tertutup, dan menggunakan lantai wiremesh.

Analisis Biaya Investasi

  1. Asumsikan peternakan memiliki 28.800 ekor ayam pedaging atau broiler. Pada kandang terbuka, ayam broiler bisa ditempatkan di lima kandang dengan ukuran 80 meter × 8 meter. Sehingga, total luas permukaan tanah untuk kandang terbuka adalah 3.200 m2. Kepadatan rata-rata pada tiap kandang adalah sembilan ekor ayam broiler per m2. Pada kandang closed house, ayam broiler bisa ditempatkan di dua tingkat kandang dengan ukuran 105 meter × 12 meter. Total luas permukaan tanah untuk kandang closed house hanya 1.260 m2. Sedangkan, total permukaan yang tersedia untuk menempatkan ayam broiler adalah 2.520 m2karena kandang bisa dibuat dua tingkat. Kepadatan rata-rata per m2 mampu menampung hingga 11 ekor ayam broiler. Dari analisis luas tanah yang dibutuhkan, kandang sistem closed house membutuhkan luas tanah yang lebih kecil daripada kandang sistem terbuka.
  2. Total investasi pada sistem kandang closed house jelas lebih besar daripada sistem kandang tertutup. Hal ini karena pada sistem kandang closed house membutuhkan instalasi listrik yang lebih tinggi pada tiap m2karena sudah menggunakan ventilasi mekanis dan pemberian makan yang otomatis. Tinggimya kebutuhan listrik juga memengaruhi pada tingginya kebutuhan tambahan generator sebagai cadangan listrik. Investasi peralatan pada kandang closed house juga lebih besar karena peralatan yang digunakan lebih canggih daripada peralatan yang digunakan pada sistem kandang terbuka.
  3. Periode depresiasi pada kandang dengan sistem closed house lebih panjang daripada kandang dengan sistem tertutup. Penggunaan teknologi dan material yang lebih modern pada kandang closed house membuat usia kandang closed house lebih panjang atau tahan lama.
  4. Biaya variabel dari segi pakan dan listrik pada kandang closed house jelas lebih tinggi, namun biaya variabel untuk perawatan dan kesehatan ayam lebih rendah. Hal ini karena pada kandang closed house sudah memaksimalkan teknologi, sehingga konstruksi kandang lebih bisa membuat nyaman hewan ternak. Ayam yang berada pada kondisi lingkungan yang tepat akan lebih jarang terserang penyakit sehingga biaya perawatan dan kesehatannya bisa rendah.
  5. Hasil produksi ayam broiler menggunakan kandang dengan sistem closed house lebih tinggi daripada kandang tertutup karena bobot hidup yang lebih baik dan angka mortalitas yang rendah. Hal ini bisa memengaruhi nilai penjualan ayam sehingga periode pengembalian investasi (payback period) bisa lebih cepat.

Istilah high risk, high return menjadi istilah yang populer di kalangan para pengusaha. Sama halnya dalam berternak, untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi juga perlu nilai investasi awal yang tinggi pula. Namun, kini Anda bisa lebih mudah mendapatkan perlengkapan kandang closed house dengan harga yang lebih terjangkau di UD Inti Mustika. Untuk daftar harga dan produk bisa Anda dapatkan di www.alatternakayam.com.

Baca Juga: Ini Cara Mudah Merawat Tempat Makan Ayam Broiler dan Layer